Lantik Kwarcab Pramuka Paser 2026-2031, Bupati Fahmi Fadli Dorong Pramuka Lebih Mandiri

PASER – Lantik pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Paser masa bakti 2026-2031. Bupati Paser Fahmi Fadli tegaskan Gerakan Pramuka harus terus bertransformasi menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mandiri.

Hal itu disampaikan Bupati Fahmi dalam agenda Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (MABICAB) dan pelantikan pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Paser periode 2026-2031.

Dalam sambutannya, Bupati Fahmi, mengatakan bahwa kegiatan yang ada dalam gerakan pramuka sejalan dengan Visi Paser TUNTAS, Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera. Oleh karena itu, pada kepengurusan yang baru ini, saya mengharapkan program kegiatan Pramuka di Kabupaten Paser dapat semakin dikembangkan, khususnya dalam membentuk kemandirian Pramuka di Kabupaten Paser.

“Sehingga Pramuka kita tidak terkesan hanya kegiatan kemah, bernyanyi dan bertepuk tangan,” ucap Fahmi Fadli yang juga selaku Ketua MABICAB Pramuka Paser, Rabu (17/6/2026).

Lebih lanjut dijabarkannya, bahwa kemandirian yang dimaksud bukan hanya kemandirian finansial, tetapi juga kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:   Festival Nasional Lasqi, Kaltim Diwakili Paser & Bontang

“Susunlah Program Kerja dengan target kegiatan yang terukur pada realisasi jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” ujarnya.

Bupati Fahmi juga memberi penekanan kepada kepala perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Paser, yang juga merupakan Anggota Majelis Pembimbing Cabang, untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada di satuan karya binaannya. Sehingga peserta didik kita nantinya memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosialnya di masyarakat.

“Dengan demikian, Pramuka akan menjadi mitra strategis dalam pembangunan masyarakat Kabupaten Paser, dan saya yakin dengan kerja sama yang baik, kita dapat mencapai tujuan-tujuan yang lebih besar,” imbuhnya.

Ia pun memberi contoh langkah sederhana yang dapat memberi dampak nyata, yakni mulai dengan hal sederhana di lingkungan keluarga/Gugus Depan/Sekolah, misalnya pemilahan sampah organik dan non-organik, serta penanaman berbagai jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis.

“Seperti penanaman cabai, tomat dan sayuran. Dari kegiatan yang sederhana ini, akan menimbulkan nilai ekonomis, dan berdampak bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ADV)

Pewarta: Nash

BERITA POPULER