Akses Jalan hingga Asrama SMAN 10 Samarinda Dibangun Lebih Baik

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meninjau langsung SMAN 10 Samarinda di Jalan HAM Rifaddin, Kecamatan Loa Janan Ilir, Selasa (21/7/2026), untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan normal setelah tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026.

Kunjungan tersebut sekaligus dilakukan untuk melihat progres pembenahan fasilitas sekolah yang tengah dipersiapkan menjadi Sekolah Garuda.

Dalam sidak itu, Rudy didampingi Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta direksi BUMD Pemprov Kaltim.

“Hari ini kami bersama Pak Wagub, Bu Sekda, seluruh asisten, kepala OPD dan direksi BUMD Pemprov Kaltim melaksanakan kunjungan pasca anak-anak kita masuk sekolah pada 13 Juli kemarin. Sebelumnya kami juga sudah melihat progres pekerjaannya,” kata Rudy.

Menurutnya, kunjungan tersebut bertujuan memastikan aktivitas belajar mengajar di SMAN 10 Samarinda berlangsung dengan baik, sekaligus memastikan proses pembenahan menuju Sekolah Garuda berjalan sesuai rencana.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Rudy, terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana agar sekolah tersebut mampu menjadi pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi emas daerah.

Baca Juga:   Haedar Mulai Petakan Dinamika Hukum di Samarinda

Salah satu pekerjaan yang telah rampung adalah pengaspalan akses menuju sekolah. Saat ini pemerintah tinggal menyelesaikan pemasangan marka jalan.

“Alhamdulillah akses jalannya sekarang sudah beraspal, tinggal proses marka yang segera kita benahi,” ujarnya.

Selain akses jalan, Pemprov Kaltim juga membenahi fasilitas asrama siswa. Rudy mengapresiasi kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan, serta BUMD yang bergotong royong mempercepat proses renovasi.

Pembenahan meliputi perbaikan instalasi listrik, sanitasi, hingga toilet. Menurut Rudy, sebagian besar jaringan listrik sebelumnya sudah tidak layak sehingga harus dibangun kembali.

Kompleks asrama SMAN 10 Samarinda memiliki kapasitas lebih dari 400 siswa. Selama proses renovasi berlangsung, penempatan asrama putra dan putri dilakukan secara sementara hingga seluruh pekerjaan selesai.

Rudy berharap seluruh masyarakat Kalimantan Timur turut mendukung pengembangan SMAN 10 Samarinda sebagai Sekolah Garuda yang mampu mencetak sumber daya manusia unggul.

“Kami mohon dukungan seluruh masyarakat Kalimantan Timur agar sekolah ini benar-benar bisa melahirkan generasi-generasi emas Kalimantan Timur,” tuturnya.

Baca Juga:   Dukungan Publik Antar Kaltim Puncaki Klasemen API Awards

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyebut para siswa SMAN 10 Samarinda berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, termasuk Mahakam Ulu dan Kutai Timur.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S.

BERITA POPULER