Pandangan PMII Paser di Ruang Digital Bawaslu: Pemilu dan Generasi Muda Kedepan Jadi Tantangan Demokrasi 

PASER – Praktik kecurangan dan upaya menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan masih terjadi dalam proses demokrasi. Fenomena ini merupakan tantangan serius yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap Pemilihan Umum (Pemilu) kedepan.

Hal itu diutarakan Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Paser, Yarahman, saat menghadiri program konten digital atau podcast yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Paser, Senin (11/09/2025).

Konten bertajuk “Tau-Tau Ngopi, Tau-Tau Melek Demokrasi” yang dipandu Staf Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Paser, Hamdani, ini membahas isu-isu demokrasi, penyelenggaraan Pemilu dan partisipasi generasi muda.

“Proses demokrasi hari ini sudah berjalan ideal sebagaimana mekanisme pemilihan yang berlangsung, meskipun masih terdapat kecurangan yang dilakukan sejumlah pihak demi memperoleh kekuasaan,” kata Yarahman.

Yarahman menilai, secara umum penyelenggaraan Pemilu sudah berjalan sesuai Undang-Undang nomor 7 tahun 2017, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Meski begitu, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang harus diperbaiki.

Baca Juga:   Pemkab Paser Diminta Edukasi Warga Pesisir Soal Pentingnya Kelestarian Hutan Mangrove

Salah satunya, peran mahasiswa dalam mengawal Pemilu serta generasi milenial dan generasi Z dapat meningkatkan kepedulian terhadap demokrasi yang dinilai masih banyak bersikap apatis terhadap politik.

Padahal, kedudukan generasi Z yang lebih terbuka terhadap isu-isu lingkungan, kegiatan kerelawanan, serta gerakan sosial nyata juga harus memiliki sikap yang sama terhadap proses politik. Namun ia memahami, bahwa Keputusan acuh terhadap politik karena beberapa alasan.

Pasalnya, politik di Indonesia, menurutnya, lebih sering menampilkan wajah negatif karena praktik kekuasaan yang tidak berpihak kepada masyarakat. Akibatnya, tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah menurun.

“Hari ini generasi Z cenderung apatis terhadap politik. Mereka lebih suka terlibat dalam gerakan sosial kemasyarakatan, dan hal itu bermuara dari sikap elit politik yang lebih banyak menampilkan sisi negatif,” jelasnya.

Meski demikian, ia tidak menutup mata bahwa generasi Z tetap memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam demokrasi. Perlunya pendekatan yang lebih kreatif dari semua pihak yang peduli terhadap politik agar partisipasi mereka tumbuh secara alami.

Baca Juga:   Lamar Parpol Untuk Bentuk Koalisi Besar, Masih: Kami Harapkan "Head to Head"

Ia mencontohkan kegiatan seperti talk show interaktif, perlombaan bertema demokrasi, atau program edukatif dengan hadiah menarik sebagai upaya untuk mengajak anak muda lebih dekat dengan isu demokrasi.

“Dengan cara-cara yang relevan dan menyenangkan, kepedulian serta literasi demokrasi generasi muda akan tumbuh secara natural,” tambahnya.

Sementara, terhadap tantangan Pemilu serta peran pengawasan kedepan, dinilai Yarahman akan lebih masif dihadapkan dengan praktik politik uang, penyebaran ujaran kebencian di media sosial, hingga penyalahgunaan instrumen kekuasaan dan jadi penghambat harapan demokrasi yang baik di Indonesia.

Hal ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar tidak mencederai semangat demokrasi. Sebagai penutup, Yarahman menyampaikan pesan khusus kepada Bawaslu Paser. Ia meminta agar seluruh jajaran pengawas pemilu dapat bersikap profesional sesuai dengan amanah yang diemban.

“Buang rasa sungkan di masyarakat, sikapi laporan kecurangan dengan bijak. Jika pelaku adalah orang dekat, lupakan sejenak. Ingat, pekerjaan ini adalah tanggung jawab besar dan konsekuensi dari amanah yang telah dipilih,” pungkasnya.

Diketahui, kehadiran Yarahman pada podcast tersebut merupakan undangan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Paser, Fauzan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog santai namun serius.

Baca Juga:   Tambang Pasir Sungai Kendilo Terkendala Penolakan PT BSS

Pewarta: TB Sihombing

BERITA POPULER