KPHP Telake Perkuat Peran Masyarakat Adat Mului Cegah Karhutla

PASER — UPTD KPHP Telake, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, menggelar pelatihan lanjutan pengendalian api dalam kondisi terkontrol sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Masyarakat Hukum Adat (MHA) Mului.

Kegiatan berlangsung selama empat hari, 10–14 Februari 2026, di Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui integrasi teknologi Smart Patrol (SEMESTA) dengan praktik pengelolaan lahan berbasis kearifan lokal.

Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al-Haqq, mengatakan pelibatan masyarakat adat menjadi kunci dalam strategi pencegahan karhutla. Menurutnya, MHA Mului masih mempertahankan sistem peladangan tradisional yang memperhatikan batas adat dan prinsip konservasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat adat Mului memanfaatkan sumber daya hutan secara subsisten dengan dukungan kelembagaan adat yang kuat, sehingga pelibatan masyarakat adat dapat menjadi strategi utama dalam menjaga keseimbangan ekologis sekaligus menekan risiko Karhutla di kawasan hutan adat.

“Masyarakat adat bukan objek pengawasan, melainkan mitra strategis yang memiliki pengetahuan lokal dan pengalaman panjang dalam menjaga hutan secara berkelanjutan,” kata Shahar Al-Haqq, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga:   Perda Pelestarian Adat Istiadat Kesultanan Paser Harus Dikaji Ulang

Menurutnya, penguatan kelembagaan MHA Mului terus didorong, khususnya dalam aspek perlindungan dan pengamanan hutan, termasuk pengendalian Karhutla. Pemerintah melalui KPHP Telake mengintegrasikan peran masyarakat adat ke dalam skema pengelolaan hutan secara kolaboratif, agar praktik kearifan lokal dapat berjalan selaras dengan kebijakan kehutanan yang berlaku.

Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis pengendalian api, tapi juga menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama untuk memperkuat tata kelola pengendalian Karhutla yang adaptif terhadap kondisi sosial dan ekologis setempat.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi model integrasi inovasi teknologi dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Pewarta: Nash
Editor : Nicha R

BERITA POPULER