PASER – Kualitas tinggi dalam transformasi dan pencegahan praktik korupsi di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan, Provinsi Bali jadi sasaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melakukan studi tiru ke Pulau Dewata.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi, pun turut serta dalam Kunjungan Kerja (Kunker) tersebut. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan tata kelola pemerintahan yang baik.
Hendra Wahyudi menjelaskan bahwa Kabupaten Tabanan dipilih karena prestasinya yang signifikan, terutama dalam aspek pencegahan korupsi. Capaian MCP (Monitoring Center for Prevention) tahun 2024 di Kabupaten Tabanan mencapai 97,97 persen.
“Ini menunjukkan komitmen kuat Pemkab Tabanan dalam mencegah praktik korupsi,” katanya, Selasa (26/8/2025).
Selain itu, Kabupaten Tabanan juga dikenal sebagai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terbaik di Provinsi Bali. Hal-hal inilah yang menjadi alasan utama Pemkab Paser kembali mengunjungi daerah tersebut.
Hendra menambahkan bahwa pihaknya ingin mempelajari bagaimana Pemkab Tabanan dan Forkopimda setempat membangun kolaborasi dan komunikasi yang harmonis. “Kami ingin tahu bagaimana mereka menciptakan iklim yang kondusif sehingga mampu melahirkan berbagai prestasi,” tuturnya.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Tabanan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Paser. Ia berharap kunjungan ini dapat membawa dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Paser.
“Harapan kami, penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Paser bisa semakin meningkat. Terutama, dalam hal peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat,” imbuh Hendra. (TW/Adv)


