PASER — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-VIII tahun 2026, Kabupaten Paser selaku tuan rumah terus mematangkan persiapan. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, perhatian kini diarahkan pada penguatan kesiapan atlet melalui pembinaan intensif di setiap cabang olahraga (cabor).
Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Paser, Abdul Rasyid, mengatakan bahwa persiapan atlet dan cabor sejatinya telah berjalan sejak 2025. Hal itu ditandai dengan keikutsertaan aktif atlet Paser dalam berbagai kejuaraan, baik di dalam maupun luar daerah, termasuk Pra-Porprov atau Babak Kualifikasi (BK).
“2025 kemarin masing-masing sudah mengikuti pra Porprov atau BK. Hanya saja kita belum merekapitulasi berapa nomor lomba yang diikuti masing-masing cabor,” kata Abdul Rasyid saat dihubungi, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, proses inventarisasi jumlah nomor lomba yang diikuti cabor Paser masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu bahan pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) KONI Paser yang direncanakan digelar dalam waktu dekat.
“InsyaAllah dalam waktu dekat kami (KONI Paser) akan menggelar Raker, bisa jadi (nomor lomba) menjadi salah satu topik pembahasan dalam rapat nanti,” ujarnya.
Menatap perhelatan akbar yang dijadwalkan berlangsung pada November tahun ini, Rasyid berharap status Kabupaten Paser sebagai tuan rumah dapat menjadi suntikan motivasi bagi para atlet untuk melampaui capaian prestasi yang diperoleh pada Porprov sebelumya.
“Kalau untuk target kita di Porprov nanti, saya berharap kita bisa masuk di tiga besar lah, mudah-mudahan bisa tercapai dengan dukungan berbagai pihak,” tambahnya.

Terkait dukungan anggaran pembinaan atlet pada tahun ini, termasuk rencana sejumlah cabor yang ingin melaksanakan pemusatan latihan atau Training Center (TC) di luar daerah. Abdul Rasyid menjelaskan bahwa kepastian pendanaan masih menunggu keputusan dari Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser.
Pasalnya, mekanisme penyaluran anggaran untuk cabor pada tahun ini belum diketahui secara pasti, apakah masih seperti tahun sebelumnya yakni melalui dana hibah langsung ke KONI, yang kemudian diteruskan kepada masing-masing cabor atau dikelola langsung oleh Disporapar Paser.
“Kami belum tahu secara pasti karena itu kewenangan Disporapar selaku pengelola anggaran. Yang jelas, kami tetap mengusulkan. Nanti setelah pagu anggaran untuk KONI jelas baru kami susun RAB nya,” jelasnya.
Pewarta: Nash
Editor : Nicha R


