PASER – Pertumbuhan perekonomian Kabupaten Paser pada 2025 menujukan tren yang positif. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, dari tahun ke tahun pertumbuhan ekonomi sektor sekunder dan tersier di Bumi Daya Taka menunjukkan peningkatan.
Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, mengatakan pertumbuhan ekonomi sektor sekunder 9,41 persen dan sektor tersier sebesar 10,05 persen. Pertumbuhan itu terjadi berkisar dari triwulan kedua 2025.
“Hal ini mencerminkan bahwa pada triwulan 2 tahun 2025 terjadi peningkatan kegiatan pembangunan yang tinggi dibandingkan triwulan 2 tahun 2024,” katanya, Jum’at (7/11/2025).
Bayu menyebut Kabupaten Paser sebagai pintu masuk Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dari sebelah selatan menjadikannya lokasi strategis dalam perekonomian kewilayahan dan geliat pembangunan di Kabupaten Paser menunjukkan arah yang semakin baik.
Meski begitu, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi sektor utama yang memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan perekonomian Kabupaten Paser, dengan distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2024 sebesar 60,63 persen.
“Sektor lain juga turut menunjukkan kontribusi yang semakin membaik. Dimana distribusi PDRB selain sektor pertambangan dan penggalian dari tahun 2023 sebesar 33 persen, menjadi 39,37 persen pada tahun 2024,” ujarnya.
Bayu melanjutkan, bahwa pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, termasuk penyelenggaraan yang diselenggarakan daerah baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional turut memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Kurniawan, menyampaikan dampak penyelenggaraan event olahraga di daerah, berpengaruh terhadap occupancy hotel atau tingkat hunian hotel.
“Seperti pada malam pembukaan turnamen bulu tangkis kemarin, dari 652 kamar yang ada terjual 410 kamar, dengan estimasi income hotel 112 juta,” sebutnya.
Bahkan pada acara Road Race yang digelar pekan sebelumnya, pendapatan hotel selama 3 malam mencapai Rp 327 juta. Hasil itu tentunya turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Paser.
“Artinya 10 persen dari pendapatan itu, yaitu Rp 32,7 juta rupiah masuk ke kas daerah PAD,” jelasnya.
Pewarta: Nash


