PASER – Layanan air bersih yang disediakan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo khususnya Kecamatan Tanah Grogot kembali dikeluhkan warga hingga jadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser.
Dari air yang tidak mengalir secara rutin hingga kualitasnya yang disebut-sebut tidak layak guna diterima Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Hendrawan Putra, sebagai aduan masyarakat atas kinerja Perumdam Tirta Kandilo terhadap penyediaan air bersih.
“Saya sudah menghubungi langsung Direktur Perumdam Tirta Kandilo menyampaikan keluhan dari masyarakat terkait air yang sering tidak mengalir dan jika mengalir sering keruh,” kata Hendrawan Putra.
Informasi yang dihimpun dari komunikasi Hendra dengan Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Suryanto Agustono, hal itu disebabkan karena terjadi peningkatan kekeruhan pada kolam penampungan bahan baku air yang mengganggu estetika dan mengurangi efekivitas desinfeksi air
“Tingkat kekeruhan di kolam penampungan bahan baku sudah mencapai 600 NTU,” ujarnya.
Untuk diketahui, NTU merupakan satuan kekeruhan yang mengacu pada tingkat kejernihan suatu cairan yang disebabkan oleh adanya partikel tersuspensi. Semakin tinggi nilai NTU, semakin keruh cairan tersebut.
Dengan tingginya NTU tersebut, Perumdam Tirta Kandilo, kata Hendra, terpaksa melakukan pembatasan terhadap pendistribusian air kepada masyarakat dengan sistem buka tutup. Saat melakukan sistem tersebut, Perumdam Tirta kandilo melakukan pengurasan sedimen lumpur yang mengendap.
“Mereka melakukan sistem buka tutup sembari membersihkan sedimen lumpur yang cukup tinggi mengendap di kolam penampungan,” katanya.
Hal ini disebabkan tingginya sedimen lumpur di kolam penampungan tersebut karena bahan baku yang bersumber kekeruhan sungai Kandilo. Kekeruhan itu, diduga karena adanya pembukaan lahan yang bisa saja dari perkebunan maupun pertambangan.
“Jadi ini karena kekeruhan. Kalau dialiri dalam keadaan keruh pastinya ada complain. Tapi saya tetap menyarankan untuk tetap dialirkan,” pungkasnya. (TW/Adv)


