Wilayah Pesisir Bontang Siaga Rob, BPBD Minta Dokumen Diamankan

BONTANG – Potensi banjir rob diperkirakan kembali melanda kawasan pesisir Kota Bontang pada awal Maret 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi pasang air laut yang diprediksi mencapai ketinggian signifikan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, menyampaikan bahwa berdasarkan infografis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi pasang air laut pada awal Maret berpotensi mencapai sekitar dua meter.

“Perkiraan di bulan Maret, ketinggian pasang banjir rob cukup tinggi. Sekitar 2 meter. Ini kami melihatnya dari infografis di BMKG,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

BPBD memperkirakan puncak pasang terjadi pada 2 hingga 7 Maret 2026. Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak di antaranya Bontang Kuala, Tanjung Laut Indah, Berbas Tengah atau Lembah, Berbas Pantai dekat sekolah DDI, hingga kawasan Salebba.

“Untuk banjir rob dengan ketinggian air segitu, sepertinya bakal dimulai dari 2 Maret hingga 7 Maret 2026. Semoga dengan mulai pasangnya banjir rob ini, tidak bertepatan dengan curah hujan yang lebat,” tambahnya.

Baca Juga:   Pemungutan Retribusi BK Akan Berbasis Kendaraan, Bukan Lagi Per Orang

BPBD mengingatkan, apabila pasang air laut terjadi bersamaan dengan hujan berintensitas tinggi, genangan air dapat meluas hingga merendam akses jalan utama, permukiman warga, dan fasilitas umum. Di sejumlah titik dataran rendah, ketinggian air berpotensi mencapai puluhan sentimeter bahkan lebih.

Selain risiko genangan, warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya lain seperti kemunculan hewan liar, termasuk buaya, yang kerap muncul saat kondisi air pasang.

“Maka sangat kami imbau ke masyarakat untuk bisa selalu waspada, dimana waspadai terhadap ancaman buaya. Imbauan ini juga termasuk ke anak-anak, agar jangan bermain di lokasi banjir rob. Bahkan masyarakat bisa menyimpan dokumen-dokumen berharganya, supaya tidak basah,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

BERITA POPULER