PASER – Sebanyak 16 Brigade Pangan di Kabupaten Paser akan mendapat pelatihan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Paser dalam penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang disalurkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Brigade Pangan sendiri merupakan salah satu program Kementan RI untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dengan cara mengajak masyarakat khususnya generasi muda agar mau terlibat pada sektor pertanian.
Sementara alsintan yang disalurkan yakni Rotavator dan Rice Transplanter. Kepala DPTH Kabupaten Paser, Erwan Wahyudi menyatakan, pelatihan dan pendampingan penggunaan alinstan ini merupakan upaya untuk meningkatkan produksi pertanian.
“Guna menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan daerah, serta mendukung program swasembada pangan nasional,” katanya.
Dijelaskannya, Rotavator merupakan alat pertanian yang digunakan untuk mengolah tanah, baik untuk pengolahan primer maupun sekunder. Alat ini berfungsi untuk memecah, menggemburkan, dan meratakan tanah, serta menghilangkan gulma dan tanaman pengganggu.
Sementara Rice transplanter adalah mesin penanam padi yang digunakan untuk memindahkan bibit padi yang telah disemai ke lahan sawah. Alat ini membantu petani menanam padi secara mekanis, menggantikan cara tanam manual yang membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan waktu.
“Hal ini dilakukan agar para anggota Brigade Pangan mampu menggunakan dan memanfaatkan alinstan dengan efektif dan efisien, agar hasil pertaniannya dapat meningkat,” urainya.
Kegiatan ini, kata Erwan, sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu di dua lokasi, yakni Desa Maruat, Kecamatan Long Kali dan Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot. Diikuti pengurus Brigade Pangan, perwakilan Pemerintah Desa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Bekerjasama dengan PT Corin Mulia Gemilang sebagai penyedia alinstan, DTPH Kabupaten Paser dalam pelatihan nantinya lebih memfokuskan terhadap perawatan alinstan. Ini ditujukan agar penggunaan alat dan mesin bisa lebih optimal dengan masa pakai yang maksimal.
Melalui pendampingan ini juga, DPTH Kabupaten Paser mengharapkan Brigade Pangan dapat mengelola lahan sawah secara modern. Sehingga mampu meningkatkan luas tambah tanam (LTT) dan indeks pertanaman (IP).
Erwan menambahkan, upaya ini dilakukan juga untuk mewujudkan salah satu dari 11 program prioritas yang tertuang dalam Visi Misi Paser Tuntas, yakni Pertanian Meningkat. Selain untuk untuk kemandirian dan ketahanan pangan, juga untuk meningkatkan pendapatan petani.
“Kami berkomitmen berkomitmen mendorong pertanian menjadi lebih baik, mandiri, dan modern. Walaupun secara bertahap, kami yakin pertanian di Paser pasti akan lebih baik, sebagaimana keinginan Bupati Paser melalui visi Paser TUNTAS,” tuturnya.
Pewarta: Nash
Editor: Yusva Alam


