Kreator Konten Jadi Mitra Baru Pengembangan Pariwisata Kukar

TENGGARONG – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong strategi baru dalam promosi sektor pariwisata dengan menggandeng para kreator konten untuk memaksimalkan potensi digital. Langkah ini menjadi upaya adaptif di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah.

Promosi wisata kini tidak lagi hanya bertumpu pada metode konvensional. Dinas Pariwisata Kukar mulai mengarahkan strategi pemasaran berbasis kolaborasi dengan masyarakat, influencer, videografer, hingga YouTuber untuk memperluas jangkauan promosi melalui media sosial.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Andi Widyaningsih, mengatakan pendekatan ini dipilih agar promosi wisata tetap berjalan efektif meski dalam kondisi keterbatasan anggaran.

“Karena saat ini pemerintah daerah sedang mengalami efisiensi anggaran, kami mencari ide dan upaya bagaimana agar pariwisata Kutai Kartanegara tetap bisa dipromosikan dengan cara yang lebih efisien dan efektif,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan kreator konten menjadi salah satu solusi paling realistis untuk memperluas promosi wisata daerah tanpa membebani anggaran secara besar.

Salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas promosi digital adalah kawasan Jam Bentong di Tenggarong. Lokasi ini dipilih karena memiliki daya tarik visual yang kuat sekaligus mudah dijangkau masyarakat.

Baca Juga:   Penataan SDM Aparatur Jadi Fokus Pemkab Kutai Barat

Di kawasan tersebut, pengunjung dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk akses listrik dan jaringan internet gratis untuk menunjang proses produksi konten.

Selain itu, tersedia museum mini yang dapat dikunjungi tanpa biaya. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi budaya Kutai Kartanegara, termasuk sejumlah lukisan yang dapat menjadi objek visual menarik bagi para kreator konten.

“Di dalamnya ada berbagai koleksi yang berhubungan dengan budaya Kutai Kartanegara, termasuk sejumlah lukisan yang bisa dinikmati pengunjung,” kata Andi.

Dispar Kukar menegaskan program kolaborasi ini tidak hanya ditujukan bagi influencer atau kreator profesional, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi mempromosikan pariwisata daerah.

Menurut Andi, pendekatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pelibatan publik dalam pembangunan sektor pariwisata berbasis digital.

“Kami mengajak konten kreator, influencer, videografer, maupun masyarakat umum untuk mempromosikan pariwisata Kutai Kartanegara melalui konten-konten mereka dengan bekerja sama bersama Dinas Pariwisata,” ujarnya.

Meski demikian, setiap aktivitas produksi konten tetap harus mengikuti aturan yang berlaku di kawasan Jam Bentong. Pengunjung juga diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan kontak person yang telah disediakan melalui kanal resmi Dispar Kukar.

Baca Juga:   SiLPA Kubar 2025 Meningkat Jadi Rp1,652 Triliun

Kawasan Jam Bentong dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 Wita. Namun, bagi kreator yang ingin melakukan produksi konten di luar jam operasional tetap diberikan kesempatan dengan syarat telah memperoleh izin resmi.

Petugas keamanan juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan aman dan tertib.

“Pagi bisa, malam juga bisa. Yang penting sudah berkoordinasi melalui kontak person yang tersedia dan menyampaikan izin kepada petugas keamanan yang bertugas di lokasi,” pungkas Andi.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

BERITA POPULER