BALIKPAPAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (15/6/2026). Massa mulai mendatangi kawasan gedung DPRD sekitar pukul 14.50 WITA.
Koordinator aksi, Wisnu Nugroho, mengatakan demonstrasi tersebut membawa sembilan isu yang mencakup persoalan nasional maupun daerah.
“Jadi isu nasional itu adalah permasalahan kenaikan harga BBM Pertamax. Sedangkan daerahnya adalah isu sulitnya mendapatkan Pertalite dan antrean di sejumlah SPBU,” ujarnya.
Menurut Wisnu, mahasiswa meminta Presiden RI Prabowo Subianto meninjau kembali kebijakan di sektor energi serta mempertimbangkan efektivitas sejumlah program nasional yang dinilai perlu dievaluasi.
“Bahwasanya hari ini APBN itu jangan ke MBG saja atau Kopdes, tapi ke subsidi energi. Hari ini kita sudah minta anggaran Rp200 triliun, tapi bagaimana sikap Presiden Prabowo? Hari ini BBM tambah mahal, khususnya Pertalite yang di Kota Balikpapan ini susah didapat karena hanya ada lima SPBU yang didistribusikan. Itu permintaan kami terhadap pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” jelasnya.

Selain persoalan energi, massa juga menyoroti isu keamanan yang dinilai masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya di wilayah Balikpapan Utara.
Wisnu menyebut kasus begal yang terjadi di sejumlah kawasan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa.
“Permasalahan begal ini banyak korbannya, baik mahasiswa maupun warga. Kami minta kepada pemerintah kota yang katanya Balikpapan terang agar program pemasangan 1.600 PJU pada Juli ini benar-benar terealisasi. Sampai hari ini data yang kami dapat baru sekitar 500. Jadi kami mempertanyakan keseriusan pemerintah kota karena kondisi ini cukup rawan,” katanya.
Dalam aksi tersebut, massa secara bergantian menyampaikan orasi dan membentangkan berbagai poster tuntutan. Mereka juga meminta pimpinan maupun anggota DPRD Balikpapan keluar menemui massa untuk menerima dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa tetap bertahan di depan Kantor DPRD Balikpapan sambil menunggu perwakilan legislatif menemui mereka. (MK)
Penulis: Aprianto
Editor: Agus S.


