PASER – Keberhasilan melampaui target serapan Gabah Kering Panen (GKP) pada 2025 membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kanca) Paser kembali mendapat kepercayaan besar. Pada 2026, Bulog Paser ditugaskan menyerap 15.200 ton GKP di wilayah Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU), atau naik hampir tiga kali lipat dari target tahun sebelumnya.
Tahun lalu, Bulog Kanca Paser mencatat serapan gabah hingga 13.000 ton, atau 211 persen dari target awal sebesar 5.000 ton. Capaian tersebut menjadi dasar penambahan kuota serapan pada tahun ini.

Kepala Bulog Kanca Paser, Muhammad Mukhlis, mengatakan penugasan tersebut sejalan dengan kebijakan nasional Bulog yang pada 2026 ditargetkan menyerap 4 juta ton gabah petani di seluruh Indonesia, meningkat dari 3 juta ton pada tahun sebelumnya.
“Target serapan kami tahun ini meningkat menjadi 15.200 ton untuk dua wilayah kerja, yaitu Kabupaten Paser dan PPU,” katanya, Kamis (22/1/2026).
Meski target melonjak tajam, Mukhlis optimistis serapan dapat terealisasi. Ia menilai semangat petani untuk memperluas areal tanam dan panen tahun ini cukup tinggi, ditambah dukungan harga beli gabah yang dinilai kompetitif.
“Kita optimis dan mudah-mudahan cuaca juga mendukung saat menyerap gabah, syukur-syukur kalau serapan kita lebih besar dari target yang ditetapkan,” ujarnya.
Untuk memastikan target tercapai, Bulog Paser menerapkan strategi jemput bola dengan membeli gabah langsung di tingkat petani tanpa potongan. Harga pembelian ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram dan pembayaran dilakukan langsung ke rekening petani.
“Harga beli ke petani itu Rp6.500 dan kita jemput langsung ke lokasi, tidak ada potongan dan dibayarkan langsung ke rekening petani,” pungkasnya.

Upaya tersebut juga diperkuat dengan sosialisasi intensif mengenai harga dan mekanisme serapan gabah, yang melibatkan instansi terkait serta dukungan Kodim 0904 Paser melalui peran Babinsa di desa-desa sentra produksi.
Dengan skema harga yang menarik, sistem pembayaran langsung, dan dukungan lintas sektor, Bulog Kanca Paser optimistis penugasan serapan gabah 2026 dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah selatan Kalimantan Timur.
Pewarta: Nash
Editor : Nicha R


